Begitu juga saat diberi solusi oleh pemerintah desa, yakni isolasi mandiri bisa dilakukan asalkan keluarga sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat lain. Tujuannya agar tidak ada yang terpapar.
ANT tidak hanya menolak. Tapi juga mengamuk sekaligus menantang petugas. Apalagi setelah ada beberapa anggota keluarga yang mendukung sikapnya. "Lha kui keluargaku kok mbok kon ngaleh (Itu keluargaku kenapa diminta pergi)," kata Dedi menirukan ANT.
Menurut Dedi, ANT sudah tidak bisa dirayu. Jika terus dipaksa, ANT bahkan mengancam akan melukai petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang ada di lokasi. Karena dianggap sudah membahayakan, petugas lalu meminta bantuan satgas kabupaten.
Tidak butuh waktu lama, petugas dari kabupaten datang dengan senjata lengkap. Mengetahui dirinya hendak disergap, ANT kabur melalui pintu belakang rumahnya.
Menurut Dedi, petugas sudah berusaha melakukan pencarian, namun belum juga mengetahui keberadaanya.