Sementara itu, di hadapan penyidik, Hairil mengaku menyesal atas perbuatannya. Guru honorer sebuah sekolah dasar negeri di Kabupaten Sumenep ini juga mengaku pasrah dengan persoalan hukum yang dihadapinya.
"Saya menyesal pak. Pasrah," katanya sambil menunduk.
Hairil mengaku, sengaja membuat posting-an berisi ancaman dan ujaran kebencian karena terpancing dengan suhu politik tanah air yang memanas. Hairil juga mengaku menjadi pendukung capres-cawapres Prabowo-Sandi.
"Tidak ada motif apa-apa. Saya hanya ikut-ikutan. Terpancing dengan kondisi politik yang panas saat ini," katanya.