JOMBANG, iNews.id - Perbuatan bejat pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, SB (49), mencabuli dan memerkosa santriwati terungkap setelah salah satu korban kabur dari asrama putri. Santriwati berusia 16 tahun itu nekat meninggalkan pondok karena takut kembali dicabuli kiainya.
Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Christian Kosasih mengatakan, dari laporan orang tua korban MS, santriwati korban pencabulan itu kabur dengan menaiki becak. Sampai di rumahnya di wilayah Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, santriwati ini lantas dimarahi kedua orang tuanya karena nekat keluar pondok tanpa pamit kepada pimpinan ponpes.
Sikap santriwati itu juga dinilai orang tuanya tidak biasa. Sementara santriwati yang tidak tahan dengan omelan sang ayah akhirnya menceritakan perbuatan bejat sang kiai. Dia mengaku telah menjadi korban pencabulan pimpinan ponpesnya. Tak hanya itu, teman-temannya juga dicabuli.
MS, orang tua korban yang mendengar cerita anaknya pun kaget dan kecewa. Dia langsung melaporkan SB ke polisi.
"Orang tuanya ini mendapati ada sifat yang tidak biasa pada diri anaknya. Kemudian setelah didesak, korban mengakui dan dilaporkan," katanya.