Akademisi di Surabaya Dukung Pemerintah Bangun Pembangkit Nuklir, Ini Alasannya

Tim iNews
Ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr Hendry Cahyono dalam diskusi swasembada energi di era Prabowo. (Foto: ist)

Mengenai PLTN, Nizar menilai pembahasan energi nuklir mulai relevan untuk Indonesia, terutama dalam konteks transisi energi dan komitmen pengurangan emisi karbon. Apalagi, kata dia, Indonesia punya cadangan uranium cukup besar di Kalimantan Barat yang dapat menjadi sumber daya utama PLTN. 

Meski begitu, ia mengingatkan agar pemerintah harus menekankan faktor keamanan dari pembangunan proyek ini. Bersamaan dengan itu, ia juga menilai pemerintah perlu melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak perlu takut terhadap keamanan pengembangan PLTN. 

"Ada dua jenis mitigasi bencana: struktural dan non-struktural. Indonesia selama ini lebih fokus ke mitigasi struktural, padahal edukasi publik atau mitigasi non-struktural sangat penting," kata dia.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PLTN Jadi Opsi Strategis Transisi Energi Nasional, Ditargetkan Beroperasi Mulai 2032

57 tahun lalu

Perusahaan Energi Nuklir Rusia Rosatom Siap Bantu Indonesia Bangun PLTN

57 tahun lalu

Kunker Presiden Prabowo di Lampung Disambut Demo Mahasiswa dengan Aksi Jahit Mulut

57 tahun lalu

Pemkot Bandung Dukuh Penuh Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

57 tahun lalu

Sapi Kurban Prabowo 1,1 Ton di Lamongan Jadi Tontonan Warga Sekampung saat Disembelih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal