Bagi warga yang memiliki komorbid seperti diabetes mellitus (DM), hipertensi (HT), komplikasi DM dan HT, asma hingga jantung, dilakukan pemantauan ketat melalui Puskesmas.
Febria juga menyarankan kepada warga yang memiliki komorbid agar tidak perlu datang langsung ke fasilitas kesehatan untuk membeli obat.
"Nah, itu kami data mereka dan menjadi tanggung jawab Puskesmas. Kami sudah koordinasi dengan BPJS untuk bisa menyiapkan obat-obat pasien komorbid," ujarnya.
Bagi ibu hamil, mereka juga dipantau dan didampingi tiap-tiap bidang kelurahan (Bikel). Bahkan, sejak pekan pertama kehamilan hingga melahirkan, ibu hamil di Surabaya menjadi tanggung jawab masing-masing Bikel.
"Selain memeriksakan kehamilan, pada pekan ke 37 ibu hamil, dilakukan usapan (swab), setelah itu menentukan rumah sakit mana yang akan menjadi tempat rujukan Puskesmas," katanya.
Jika hasil tes usap positif Covid-19, selanjutnya dirujuk ke rumah sakit khusus. Sementara jika hasil usapan negatif dirujuk ke rumah sakit ibu dan anak,