Lukitaningsih merupakan ketua organisasi PPRI atau Pemuda Putri Republik Indonesia. PPRI merupakan organisasi rakyat yang bersifat ketentaraan atau militer.
Lukitaningsih mengajak para perempuan untuk bergabung dalam pembelaan kemerdekaan yang disebarluaskan melalui surat kabar Soerakjat pada 24 Oktober 1945. Kemudian para pemudi Arab menyetujui ajakan Lukitaningsih untuk bergabung ke dalam PPRI.
Pada 10 November 1945, pertempuran pun terjadi dan para anggota PPRI terjun ke medan perang. Secara mendadak, PPRI membentuk palang merah khusus untuk mengurus para korban untuk dibawa ke pos-pos alang merah dan rumah sakit terdekat.
Dengan begitu Lukitaningsih dan para anggota PPRI berjasa dalam membantu para pejuang yang terluka di medan perang.
Di belakang garis tempur tentunya para perempuan memastikan agar dapur umum terus menghasilkan makanan bagi para pejuang. Bung Tomo, yang saat itu prihatin dengan urusan logistik meminta agar sumbangan makanan dikirimkan dalam bentuk bahan mentah yang kemudian didistribusikan ke dapur-dapur umum.