"Pola seperti itu ya waku berangkat dan pulangnya, kan tidak bisa lewat jeep-nya," katanya.
Di sisi lain, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, dari 14 titik longsoran lima di antarnya menutup akses jalan utama Desa Ngadas atau jalur utama wisatawan dari dan ke Gunung Bromo.
"Yang lima titik longsor itu menutup akses jalan utama ke Gunung Bromo atau akses jalan Desa Ngadas. Kemudian yang 9 titik longsor hanya volume kecil, tidak sampai menutup akses jalan," ucap Sadono Irawan.
Dari seluruh titik longsor, lima di antaranya mayoritas tebing setinggi rata-rata 13 meter dengan ketebalan 3 meter dan panjang 10 meter. Titik longsor terparah terjadi di Wedi Ireng, kawasan sekitar vihara, barat gapura masuk Desa Ngadas hingga di kawasan sekitar Coban Pelangi.
"Yang di Wedi Ireng, material longsor menutup seluruh badan jalan dan menyebabkan kerusakan pada tiang serta instalansi listrik," ucap Sadono.
Namun seluruh material longsoran disebutnya sudah disingkirkan sejak Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB. Cuaca yang mendukung, membuat tim gabungan, dibantu alat berat dan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Balai Besar TNBTS berhasil membersihkan material longsoran.
"Penanganan serta pembersihan semua titik longsoran telah selesai dan arus lalu lintas kembali normal kurang lebih pukul 16.00 WIB," katanya.