Terkait pendistribusian, Khofifah menjelaskan bahwa Kadis Pendidikan Jatim akan mematangkan kosepnya bersama Telkomsel, antara lain dengan mengacu data keluarga penerima PKH (Program Keluarga Harapan) Jatim. Melalui data PKH, nantinya distribusi tak hanya menyasar siswa SMA/SMK/SLB saja, namun siswa SMP, MTS dan MA juga bisa mendapat kesempatan yang sama.
“Kalau menggunakan format basis data PKH, semua yang ada di dalam basis PKH, InsyaAllah eligible untuk terima program ini. Tetapi format distribusi selanjutnya akan dibahas lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan provinsi Jatim bersama tim Telkomsel,” katanya.
Sementara itu, Direktur Sales Telkomsel, Ririn Widaryani memastikan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi pertama di Indonesia yang berkesempatan mendapat support ini. Jika dirupiahkan, total bantuan yang akan diterima Jatim sebesar Rp71,5 miliar. Jumlah tersebut terbagi menjadi Rp6,5 miliar untuk kartu perdana dan Rp65 miliar untuk kuota masing-masing 10GB.
“Jatim provinsi pertama yang kami fasilitasi. Karena kami lihat secara jumlah siswa, Jatim paling besar secara nasional. Jadi 40.000 udah siap hari ini, tinggal distribusi,” ujarnya.
Ririn mengatakan, bantuan tersebut merupakan komitmen dari Telkomsel untuk membantu memberikan solusi di tengah pandemi Covid-19 bagi bangsa Indonesia, khususnya dunia pendidikan.