1 Suro, Asal Usul Kalender Jawa Ciptaan Sultan Agung Hasil Akulturasi dengan Islam

Solichan Arif
Raja Mataram Islam Sultan Agung Hanyokrokusumo pencetus asal usul kalender Jawa hasil akulturasi dengan Islam. (Foto: ist)

Sebelum menetapkan sistem penanggalan Jawa Islam sehingga 1 Muharam diperingati bersamaan dengan tradisi 1 Suro, Sultan Agung mengalami peristiwa spiritual di pesarean (makam) Sunan Tembayat di Klaten Jawa Tengah.    

Sunan Tembayat atau Sunan Bayat atau Sunan Pandanaran merupakan salah seorang wali penyebar agama Islam di tanah Jawa yang juga murid Sunan Kalijaga. 

Dalam artikel “Pengaruh Islam Terhadap Budaya Jawa Terutama pada Abad XIX”, Prof . Dr. MC Ricklefs menyebut pengalaman spritual itu diperoleh Sultan Agung saat berziarah di makam Sunan Bayat. 

Peristiwa ziarah Sultan Agung ke pesarean Sunan Bayat berlangsung pada tahun 1633. Disebutkan dalam Babad Nitik, secara metafisika Sultan Agung diterima arwah Sunan Bayat. 

Raja Jawa itu kemudian diperintahkan mengganti kalender Saka menjadi kalender Jawa yang mengikuti aturan qamariah yang berisi bulan-bulan Islam. “Maka sejak saat itu terciptalah kalender baru yang unik, yaitu kalender Jawa-Islam”. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Keistimewaan Sultan Agung, Bisa Pergi Secepat Kilat Sujud di Makkah Setiap Jumat

57 tahun lalu

Kisah Raja Mataram Hukum Mati Orang Kepercayaanya karena Berkhianat

57 tahun lalu

Kisah Candi Kembar dan Cinta Beda Agama Raja Kerajaan Mataram Kuno

57 tahun lalu

Amarah Sultan Agung Pasukannya Gagal Taklukkan VOC, 744 Prajurit Jawa Dihukum Mati

57 tahun lalu

Khutbah Jumat Akhir Bulan Dzulhijjah: Menyambut Tahun Baru Islam 1446 H

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal