Tak terima dengan keputusan wasit, para pemain pun meluapkan emosinya dengan menyasar wasit tersebut. Akibat kejadian itu, sang wasit harus dibawa ke rumah sakit lantaran luka serius.
"Awal mula kejadian, @bayu13pradana mendapatkan kartu merah dan tidak terima kemudian melakukan protes terhadap wasit hingga memukul dan menendang wasit dan memprovokasi pemain lainnya," tulis keterangan akun tersebut.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebab kericuhan dan pelaku pengeroyokan wasit.
“Untuk sementara waktu, kejuaraan tarkam Piala Bupati Semarang ini kami hentikan untuk mencegah terjadinya keributan susulan,” katanya.