“Hingga saat ini kami pihak Kecamatan Rowosari sama sekali belum menerima aduan beredarnya video syur tersebut. Kalau sudah ada aduan dari masyarakat baru kami bertindak. Saya saja belum melihat videonya dan baru dengar cerita video syur itu dari kadesnya,” katanya.
Namun, jika ternyata benar, Saefudin mengaku menyayangkan tindakan atau perbuatan tidak senonoh yang diduga dilakukan oleh oknum kadus di Kecamatan Rowosari. Apalagi, oknum kadus tersebut merupakan tokoh masyarakat.
“Apabila itu benar dilakukan oleh oknum kadus tersebut, saya sangat menyayangkan perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oknum kadus. Dia itu tokoh masyarakat yang harusnya menjadi panutan warganya malah berbuat asusila seperti itu,” katanya.
Beredarnya video viral oknum kadus beradegan mesum menjadi tontonan di masyarakat Kendal. Banyak dari warga yang menyayangkan adegan syur tersebut yang tidak layak dilakukan oleh seorang tokoh masyarakat.
“Saya baru dapat videonya pagi tadi dari teman dan baru saya lihat siang ini. Kalau saya lihat adegannya memang tidak layak. Dengar-dengar pemerannya ada yang tokoh masyarakat. Kkalau benar tokoh masyarakat ya jelas tidak pantas,” ujar warga Kendal, Dimas.