Kemudian Fardan berinisiatif membuka celengan, namun saat dihitung uang terkumpul Rp1,3 juta. Lantaran takut kurang kemudian sang adik juga rela celengannya dibuka setelah dihitung dari kedua celengan tersebut terkumpul Rp 2 juta. “Uang jajan sekolah dari orang tua nabung dua tahun. Ini keinginan saya dan adik. HP buat belajar,” katanya.
Sementara itu, Rizki pegawai toko handphone mengatakan saat itu keluarga tersebut datang untuk membeli handphone. Sebelum bertransaksi pegawai diberitahu jika keluarga tersebut akan membeli handphone dengan uang koin. Saat itu pula pihak toko membolehkan dan melayani dengan baik saat pembelian.
“Pagi-pagi datang ke kami terus lihat-lihat HP, saya tawarkan merek HP dan menjelaskan produk dan tertarik. Terus tanya dia boleh nggak bayar pakai uang receh, saya jawab boleh. Terus ngambil di bagasi motor dua keresek uang receh. Kami tetap melayani, karena yang kami utamakan pelayanan,” katanya.