UNS Minta Pemerintah Perhatikan Karakteristik Daerah untuk Sikapi Stunting

Antara
Seorang balita saat mengikuti Posyandu di Karanggede Boyolali. Pemerintah diminta memperhatikan karakteristik daerah menyikapi stunting. (Ahmad Antoni, Sindonews)

SOLO, iNews.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meminta pemerintah perlu memperhatikan karakteristik daerah untuk menyikapi stunting dan memberikan perhatian lebih pada daerah dengan prevalensi tinggi.

"Anak-anak yang tinggal di daerah pedesaan memiliki risiko stunting lebih tinggi karena kurangnya akses ke perawatan kesehatan," kata salah satu peneliti UNS Tri Mulyaningsih yang tergabung dalam riset kolaborasi internasional bertajuk Multilevel Determinants of Childhood Stunting di Solo, Selasa (10/11/2020).

Dia mengatakan, prevalensi stunting anak tidak sama antarprovinsi, misalnya risiko stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) lebih tinggi dibandingkan Pulau Jawa. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari bagaimana akses terhadap kebutuhan air bersih atau water, sanitation, and higiene (WASH) di suatu daerah yang sangat berpengaruh pada kondisi anak.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Berbagai Wilayah

57 tahun lalu

Cegah Stunting, Dinas Perikanan Badung Bagikan 150 Paket Olahan Ikan di Seminyak

57 tahun lalu

Ingatkan Pentingnya Kesehatan Keluarga, Angela Tanoesoedibjo: Sehat Itu Investasi

57 tahun lalu

Upaya Atasi Stunting dan Tekan Inflasi, Pj Bupati Tanah Laut Turun ke Desa

57 tahun lalu

Pemprov Bangka Belitung Terus Kembangkan Strategi untuk Tangani Stunting

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal