UNS Minta Pemerintah Perhatikan Karakteristik Daerah untuk Sikapi Stunting

Antara
Seorang balita saat mengikuti Posyandu di Karanggede Boyolali. Pemerintah diminta memperhatikan karakteristik daerah menyikapi stunting. (Ahmad Antoni, Sindonews)

Sementara itu, dikatakannya, riset tersebut berbicara perihal malnutrisi anak dan berfokus pada masalah stunting yang merupakan masalah malnutrisi anak paling berat di Indonesia.

"Kondisi ini juga tidak lepas dari dampak stunting bagi pertumbuhan anak dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa mendatang. Anak yang mengalami stunting, kemampuan kognitif dan intelektualitasnya kurang berkembang," katanya.

Dengan demikian, produktivitas kerja juga berkurang. Selain itu, menurut dia anak yang mengalami stunting berisiko penyakit lebih tinggi dibandingkan anak lain, khususnya penyakit tidak menular seperti diabetes, kolesterol, dan jantung.

Selain Tri Mulyaningsih dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dua dosen lain yang juga tergabung dalam kelompok riset tersebut yaitu Vincent Hadiwiyono dari FEB dan Vitri Widyaningsih dari Fakultas Kedokteran (FK).

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Berbagai Wilayah

57 tahun lalu

Cegah Stunting, Dinas Perikanan Badung Bagikan 150 Paket Olahan Ikan di Seminyak

57 tahun lalu

Ingatkan Pentingnya Kesehatan Keluarga, Angela Tanoesoedibjo: Sehat Itu Investasi

57 tahun lalu

Upaya Atasi Stunting dan Tekan Inflasi, Pj Bupati Tanah Laut Turun ke Desa

57 tahun lalu

Pemprov Bangka Belitung Terus Kembangkan Strategi untuk Tangani Stunting

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal