KENDAL, iNews.id – Unjuk rasa warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah menolak penambangan galian C berlangsung ricuh.
Sambil membentangkan spanduk dan poster, warga yang hendak menuju balai desa untuk menyampaikan aspirasinya dihadang petugas dan warga lainnya. Akibatnya, terjadi aksi saling dorong antara warga dengan petugas yang menghadang agar tidak ke balai desa.
Meski demikian, warga tetap bersikukuh bertemu kepala desa untuk meminta galian c ditutup. Kedatangan mereka untuk meminta galian C di wilayahnya dihentikan karena melanggar peraturan dan menyebabkan kerusakan lingkungan.
Koordinator aksi, Sumardi mengatakan, penolakan warga terhadap penambangan liar karena merusak lingkungan dan menyebabkan sedimentasi Sungai Aji semakin parah. Akibatnya, jika hujan deras air meluap dan menggenangi permukiman warga di sepanjang sungai.
Tidak hanya itu, polusi akibat debu penambangan liar menganggu warga khususnya anak-anak sekolah yang bangunan sekolahnya dekat dengan lokasi galian C tersebut. “Karena itu, warga meminta agar galian c ditutup permanen,” katanya, Kamis (9/5/2019).