Afrosin menambahkan, dalam Pilpres 2014, Joko Widodo mampu mendulang 73 persen suara di Kabupaten Grobogan. Namun ada sekitar empat kecamatan di mana perolehan suara kandidat lain cukup tinggi. "Tugas ibu-ibu JPNU harus solid, ajak sebanyak-banyaknya warga lain untuk memilih. Insyaallah hajatnya terkabul," katanya.
Atas dasar itu, lanjut dia, PCNU mewajibkan warganya untuk hadir di tempat pemungutan suara (TPS) dan memberikan hak pilihnya. Dia yakin, warga NU sudah mantap pada satu pilihan.
"Karena kemarin ternyata banyak pula surat suara yang tidak sah, ribuan. Ada yang datang ke TPS, tapi cuma ambil surat suara kemudian dilipat lagi. Ini kalau sudah mantap pilihannya dari rumah, maka tidak akan terjadi," paparnya.
Afrosin juga mengajak peserta yang hadir untuk meneriakkan kata Wakil Presiden, jika dirinya menyebut nama Ma'ruf Amin. "Kalau Pak Jokowi, saat ini sudah presiden kita," katanya.
Wakil Rois Syuriah PCNU Grobogan KH Musyafa' Zain menyatakan, menggunakan nama "jaringan", maka perempuan NU harus menjaring semua kalangan. "Tidak hanya NU, tapi semua yang punya hak pilih untuk memenangkan Pak Jokowi, Kiai Ma'ruf," katanya.