Tinggal 38 Persen, PO Bus di Jateng Terancam Bangkrut akibat Pandemi Covid-19

Ahmad Antoni
Sindonews
Terminal Induk Penggaron Semarang terlihat kosong. Sejumlah armada memilih tidak beroperasi karena sepinya penumpang. (Foto: istimewa)

Sementara itu, pakar transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno menyampaikan perlu adanya inovasi baru dalam pelayanan pada sistem trasportasi umum di Jateng.

Ia mencontohkan, Bus Rapid Transit (BRT) trans Jateng yang berukuran besar bisa diberikan layanan dengan menggabungkan sepeda dan pejalan kaki. Sehingga peumpang BRT bisa membawa sepeda di dalamnya.  

“Yang penting adalah bagaimana pengelola transportasi umum wajib menerapkan kesadaran akan transportasi yang sehat sebagai upaya untuk mendorong masyarakat agar mau menggunakan transportasi umum,’’ kata Djoko.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kumpulkan Bukti Korupsi di Pemkot Semarang, KPK Geledah Gedung DPRD Jateng

57 tahun lalu

Waspada Lonjakan Kasus Covid-19, Masyarakat Diminta Lengkapi Vaksinasi Booster

57 tahun lalu

Dugaan Korupsi Dana Desa di 3 Kabupaten, Polisi: Ada Penyimpangan Bankeu Provinsi Jateng

57 tahun lalu

Antisipasi Peretasan, Pengamanan Sistem Informasi, Data dan Jaringan di Jateng Diperkuat

57 tahun lalu

Jalan di Brebes Diperbaiki, Warga ke Ganjar: Makasih Banyak Pak, Jalannya Sudah Mulus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal