Sementara itu, Sutarmin, pemilik PT Sinergi Solo Sejahtera (PT SSS) mengawali usahanya sebagai pebisnis konveksi. Ia tak jarang melakukan perjalanan Solo–Jakarta untuk mendapatkan produk-produk yang dapat dijual langsung kepada customer.
“Saya lalu mendapatkan inspirasi dari saudara di Jakarta untuk menggeluti usaha manufaktur yang fokus pada pembuatan mold atau cetakan,” kata Sutarmin.
Usahanya dimulai 20 Maret 2011, diakui banyak menemui tantangan. Terlebih Sutarmin merupakan pebisnis dengan ijazah lulusan sekolah menengah pertama (SMP). Salah satu tantangannya adalah minimnya kompetensi Sutarmin dan karyawan dalam usaha molding.
Namun, tantangan bukan menjadi penghalang dirinya terus mengembangkan bisnis. Intens bekerja sama dengan berbagai SMK dan industri terkait, menjadi salah satu langkah Sutarmin dan tim untuk memperkaya kompetensi di bidang molding.
Sepanjang pandemi yang sudah berlangsung satu tahun, Sutarmin bersyukur usahanya tetap eksis dan tidak mendapatkan imbas yang signifikan. Selalu memperluas networking dan menjaga kepercayaan dari customer, menjadi strategi jitu Sutarmin dalam mendapatkan order dari berbagai wilayah, mulai Jakarta hingga Surabaya.