Teror Siswi Tak Pakai Jilbab di SMA Sragen, Begini Pengakuan Orang Tua Korban

Joko Piroso
Kepala SMAN 1 Gemolong Suparno saat memberikan pemahaman kepada siswi terkait jilbab. (Foto: iNews/Joko Piroso)

Agung sangat menyayangkan sikap pengurus Rohis SMAN 1 Gemolong karena mengajak menggunakan jilbab bukan dengan cara memaksakan kehendak. Agung pun lantas mendatangi sekolah tempat anaknya menimba ilmu untuk mengadukan persoalan tersebut.

Kepala SMAN 1 Gemolong Suparno mengakui adanya laporan dari pihak wali murid terkait teror tersebut. Suparno mengatakan, pihak sekolah telah melakukan mediasi antara orang tua siswa dan pengurus rohis.

“Sekolah juga meminta maaf atas intimidasi terhadap ZDA oleh oknum pengurus rohis. Sekolah memastikan tidak mewajibkan siswi memakai jilbab,” katanya.

Terkait masalah itu, Suparno berjanji mengevaluasi kegiatan para siswa yang tergabung dalam rohis. Sebab biasanya kajian Islam dilakukan pada Sabtu atau di luar jam belajar. "Pihak sekolah akan melakukan penjadwalan ulang kajian Islami dengan melakukan pengawasan. Ini agar kasus intimidasi atau intolerasi terulang kembali," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cetak Pemimpin Berkarakter, Kemenag Gandeng Rohis Se-Indonesia di Pesantren Ramadan

57 tahun lalu

Viral Caleg Gagal di Subang Diduga Bongkar Jalan Bantuan hingga Teror Warga Pakai Petasan

57 tahun lalu

Sumbawa Gempar, Warga Temukan Bayi Dalam Kardus Dibungkus Jilbab Hitam di Depan Toko 

57 tahun lalu

BKD Akan Beri Sanksi Oknum Guru Perundung Siswi SMA di Sragen gegara Tak Pakai Jilbab

57 tahun lalu

Kasus Siswi di Sragen Dibully gegara Tak Pakai Jilbab, Orang Tua Korban Lapor ke Polisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal