Ditanya kemungkinan pembatalan itu terkait "geger" penolakan terhadap UAS di sosial media, Noor mengaku belum bisa menjawab karena manajemen UAS juga belum memberikan alasan pembatalan tersebut.
"Tunggu saja hasil klarifikasi kami kepada UAS. Sepengetahuan kami, sejak mengundang UAS hingga ada pembatalan sepihak, belum pernah ada warga Jateng menyampaikan penolakan ke MAJT, baik lewat surat maupun datang langsung," katanya.
Artinya, kata dia, kehadiran UAS di MAJT sebenarnya ditunggu. Namun, apabila ternyata pembatalan itu lebih didasarkan analisis masih adanya penolakan masyarakat, MAJT siap menjadi fasilitator untuk berdialog.