"Sama dengan tahap pertama, untuk kali ini surveilans dilakukan di 16 SD dan tujuh SMP. Kalau posisi sekarang dengan jumlah rombel atau jumlah sekolahannya sama, cuma jumlah yang ditemukan lebih sedikit. Dibandingkan dengan kemarin jumlahnya turun," katanya.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan data hasil surveilans disampaikan secara terbuka.
"Yang jelas kami tidak menutupi data. Anak-anak memang lebih riskan karena mereka belum divaksin. Kalau ada yang sakit, itu jadi tanggung jawab saya. Saya pastikan anaknya sembuh karena rata-rata tanpa gejala," katanya.