Angkot yang dipergunakan maksimal bisa diisi enam siswa dengan pengaturan tempat duduk. Sedangkan pengemudi serta asisten pengemudi bertanggung jawab terhadap protokol kesehatan sebelum siswa naik, di dalam mobil serta saat turun dari mobil.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Ety Retnowati menguraikan mekanisme yang akan ditempuh, mulai dari sosialisasi simulasi diawali dengan meminta persetujuan orang tua murid agar anaknya ikut dalam simulasi pembelajaran PTM. Kemudian, penyiapan sekolah dari semua segi kita lakukan, antara lain dengan penyusunan kurikulum penyesuaian, pengaturan kelas belajar, pengaturan waktu belajar, penyusunan protokol berangkat dan pulang sekolah, kantin dan akses PKL luar sekolah ditutup.
“Di lingkungan sekolah, bekal dan penyiapan kelengkapan pribadi sekolah, seperti APD, masker, face shield, hand sanitizer, sapu tangan pribadi, bahan sosialisasi dan media informasi serta akses layanan kesehatan terdekat,” ucapnya.