Soal Pemotongan Gaji 3 Persen untuk Tapera, Pengamat Undip: Harus Dikaji Ulang

Eka Setiawan
Ilustrasi pemotongan gaji karyawan 3 persen untuk tabungan perumahan rakyat terus menuai polemik masyarakat. (Foto: iNews)

“Kalau itu dianggap berisiko oleh sebagian orang atau mayoritas orang, maka perlu dikaji ulang. Artinya bukan berarti penghasilan berapa lalu dipress sedemikian rupa untuk investasi perumahan tapi kemudian hari per harinya penghidupannya bermasalah, itu kan sangat relatif juga biaya hidup yang lain. Sehingga itu betul-betul harus dihitung termasuk escape plannya bagaimana,” bebernya.

Dia mencontohkan, di negara lain misalnya di Britania Raya (Eropa), pada konteks orang punya rumah, orang tidak bisa serta merta membeli dan kemudian menyicil. Orang harus memiliki cadangan tabungan, tidak boleh mengganggu fasilitas umum, harus punya jalan khusus dan memiliki berbagai jaminan lain.

“Kebanyakan skema di luar negeri adalah rumah sewa, orang menyewa terus bukan membeli,” kata Satria Aji. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mahasiswa Undip Gelar Demo di Depan DPRD Jateng, Suarakan Sejumlah Tuntutan

57 tahun lalu

Undip Tangkap Peserta UTBK Kedokteran, Tanam Alat Bantu Dengar di Telinga

57 tahun lalu

Tersangka Kasus Penyanderaan dan Penganiayaan Polisi, 2 Mahasiswa Undip Ditahan

57 tahun lalu

Geger! Mahasiswi Undip Tewas Berlumuran Darah dalam Kamar Kos di Semarang

57 tahun lalu

Dosen Undip Ciptakan Robot Hybrid Serangga untuk Misi Penyelamatan Korban Bencana

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal