SMK di Purwokerto Gelar Festival Mendoan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Saladin Ayyubi
Para siswa SMK Swagaya 2 Purwokerto antusias mengikuti Festival Mendoan. (Saladin Ayyubi)

“Festival ini juga melalui penjurian yang dilakukan oleh-guru-guru yang sudah terpilih,” katanya. Dia menyebutkan, juri memberikan kriteria nilai dari segi kreasi, proses pembuatan, tampilan rasa dan tata.

Sementara sejumlah siswa peserta mengaku meski tidak begitu mahir menghias mendoan. “Saya sudah terbiasa membantu orang tuanya membuat mendoan,” kata Adhelia, peserta festival mendoan.

Dia mengaku merasa senang bisa ikut melestarikan mendoan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.

Sebagai informasi, tempe mendoan adalah tempe yang digoreng dengan cara setengah matang atau dalam bahasa Banyumas mendo. Tempe mendoan menggunakan tempe khas Banyumas yang bentuknya tipis.

Kemudian tempe dibalur campuran tepung dan bumbu serta ditambah daun bawang atau muncang dan kucai. Selanjutnya tempe ini digoreng mendo atau setengah matang.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pekerja Pariwisata asal Banyuwangi Ditemukan Tewas di Kamar Kos Gianyar Bali

57 tahun lalu

Duh! Pemuda di Banyumas Tepergok Masuk Rumah Kos, Diduga Foto-Foto Pakaian Dalam

57 tahun lalu

Viral Pria Mengaku Sultan Tipu Warga Banyumas Rp50 Juta, Janjikan Berangkat Haji

57 tahun lalu

Bus Sugeng Rahayu Tabrak Rumah di Banyumas, 2 Tewas, Diduga Sopir Ngantuk

57 tahun lalu

Kronologi Santriwati Tewas Tenggelam di Curug Baturraden, Jatuh saat Selfie

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal