“Kami yang biasanya memberangkatkan sekitar 70 armada bus tujuan Jakarta setiap hari, kemarin hanya ada satu bus yang berangkat. Itu pun hanya dengan tiga penumpang. Mereka diberangkatkan ke Purworejo untuk bergabung dengan penumpang lain,” katanya.
Sedangkan sejumlah PO yang masih memberikan layanan di antaranya PO Efisiensi tujuan Cilacap dan Purwokerto namun dengan jumlah armada yang terbatas, hanya ada dua armada tujuan Purwokerto dan satu armada tujuan Cilacap.
"Biasanya, ada sekitar 60 bus yang diberangkatkan dari Giwangan setiap hari,” ucapnya.
Sedangkan untuk tujuan ke Jawa Timur, lanjut Bekti, juga mengalami kondisi serupa. Biasanya terdapat bus per lima menit, namun kali ini penumpang harus menunggu hingga empat jam.
Bus pun tidak diberangkatkan karena dinilai tidak mampu menutup biaya operasional yang harus dikeluarkan seperti membeli bahan bakar atau membayar tol.
“Sekarang, banyak bus tujuan Surabaya yang hanya parkir di terminal karena memang penumpangnya tidak ada,” ujarnya.