Sekaten Digelar Bulan Apa? Ini Tanggal dan Penjelasannya

Sintia Putri Balqis
Gamelan milik Keraton Kasunanan Surakarta saat ditabuh di halaman Masjid Agung, sekaligus mengawali tradisi Sekaten di Kota Solo. Foto: iNews.id/Ary Wahyu Wibowo.

Acara inti dari grebeg mulud adalah menghantarkan gunungan beramai-ramai dengan rute dari kompleks keraton menuju masjid besar. Dalam gunungan tersebut, terdapat banyak sekali jenis makanan tradisional yang bisa dicoba. 

Secara umum, yang membedakan Sekaten Solo dan Yogyakarta hanyalah gunungan. Dalam Grebeg Muludan di Keraton Yogyakarta, terdapat 6 buah gunungan, yaitu 2 buah gunungan laki-laki, 1 gunungan perempuan, 1 gunungan dharat,  gunungan gepak, dan 1 gunungan pawuhan. 

Gunungan ini dilambangkan sebagai lingkungan hidup yang memiliki kesuburan, kemakmuran, dan juga kehidupan. Dilambangkan seperti itu, dengan maksud untuk turut memberikan kemakmuran terhadap masyarakat.

Nah, pertanyaan Sekaten digelar bulan apa sudah terjawab ya!. Kamu juga sudah mengetahui bagaimana Upacara Sekaten berlangsung. Kalau begitu, tertarik untuk ikut dan melihat langsung upacara sekaten?

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Contoh Teks Ceramah Maulid Nabi Bahasa Sunda, Singkat Penuh Hikmah

57 tahun lalu

Contoh Teks Ceramah Maulid Nabi Bahasa Madura Singkat dan Mudah Dihafal

57 tahun lalu

Tradisi Weh-Wehan di Kaliwungu Kendal, Lebaran Maulud yang Dinanti Warga

57 tahun lalu

Lirik Sholawat Muhammadun Nabiyuna, Syair Penuh Kegembiraan

57 tahun lalu

Lirik Pecah Seribu versi Sholawat, Cerminan Kerinduan Sosok Nabi SAW

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal