Sekaten Digelar Bulan Apa? Ini Tanggal dan Penjelasannya

Sintia Putri Balqis
Gamelan milik Keraton Kasunanan Surakarta saat ditabuh di halaman Masjid Agung, sekaligus mengawali tradisi Sekaten di Kota Solo. Foto: iNews.id/Ary Wahyu Wibowo.

Upacara sekaten dimulai dengan dikeluarkannya gamelan pusaka yang kemudian dibawa ke Masjid Agung keraton. Awalnya, gamelan akan dibunyikan sebagai tanda dimulainya upacara sekaten. Gamelan sekaten akan dibunyikan sejak pukul 16.00 sampai sekitar jam 23.00 waktu setempat pada 5 rabiul awal.

Gamelan akan berhenti berbunyi jika waktu salat tiba dan pada hari Jumat. Lalu, pada tahapan terakhir sebelum masuk ke acara puncak, akan diadakan pengembalian gamelan sekaten. Ketika gamelan sekaten selesai dikembalikan, maka artinya upacara Sekaten telah selesai. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 1 Rabiul Awal pukul 23.00 waktu setempat.

Dalam upacara tradisional Sekaten, terdapat rangkaian acara di dalamnya. Acara tersebut salah satunya adalah grebeg mulud. Grebeg Mulud memiliki beberapa tahapan di dalamnya, yaitu Gladi Resik, Numpak Wajik, serta Miyosipun Hajad Dalem.

Rangkaian pertama adalah gladi resik, yang mana dilangsungkan pada tanggal 1 hingga 8 bulan Mulud. Lalu pada 9 Mulud, pelaksanaan gladi resik diistirahatkan. Dan pada 10 Mulud akan dilaksanakan kembali gladi resik. Pelaksanaan ini diistirahatkan kembali pada 11 Mulud, untuk mempersiapkan pelaksanaan Grebeg Mulud. 

Upacara numplak wajik dilakukan sebagai pertanda dalam pembuatan gunungan. Numplak wajik akan diselenggarakan selama empat hari. Setelah semua upacara selesai, maka tahap akhirnya adalah Grebeg Mulud. Acara ini merupakan acara gunungan, yang sekaligus juga menjadi acara puncak. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Contoh Teks Ceramah Maulid Nabi Bahasa Sunda, Singkat Penuh Hikmah

57 tahun lalu

Contoh Teks Ceramah Maulid Nabi Bahasa Madura Singkat dan Mudah Dihafal

57 tahun lalu

Tradisi Weh-Wehan di Kaliwungu Kendal, Lebaran Maulud yang Dinanti Warga

57 tahun lalu

Lirik Sholawat Muhammadun Nabiyuna, Syair Penuh Kegembiraan

57 tahun lalu

Lirik Pecah Seribu versi Sholawat, Cerminan Kerinduan Sosok Nabi SAW

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal