Sejarah Tugu Lilin, Lambang Kota Solo sebagai Cagar Budaya Nasional

Endang Ayu Puji Astutik
Tugu Lilin, Lambang Kota Solo sebagai Cagar Budaya Nasional. (foto IG @surakartakita)

Bahkan, Pakubuwono X sempat dipanggil oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang saat itu dipimpin oleh Bonifacius Cornelis de Jonge karena sudah mendukung pendirian tugu tersebut

Pembangunan Tugu

Meski akhirnya sudah mendapatkan izin pendirian tugu dari Belanda. Namun, setelah tugu tersebut selesai dibangun kembali mendapatkan reaksi dari pemerintahan Hindia Belanda. 

Pemerintah Hindia Belanda saat itu menolak pemberian nama tugu sebagai Tugu Peringatan Pergerakan Kebangsaan 1908-1933.

Karena nama tugu tersebut, bahkan dari Pemerintah Hindia Belanda mengancam akan membongkarnya. Akhirnya, setelah mediasi kembali dilakukan antara Pakubuwono X dengan Pemerintahan Hindia Belanda kala itu, akhirnya tugu tersebut tetap berdiri hingga sekarang.

Kemudian, pada tahun 1953 Tugu Lilin ini dijadikan sebagai logo resmi Kota Solo Jawa Tengah. Latar belakang dipakainya Tugu Lilin sebagai salah satu ikon di lambang Kota Solo yang menjelaskan maksud dari Tugu Lilin sebagai lambang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
5 hari lalu

2 Bocah yang Hilang Tenggelam di Sungai Banjarnegara Ditemukan Tewas

10 hari lalu

Setahun Mozza Hilang, Sang Ayah Ungkap Pesan Haru Berharap Anaknya Pulang

11 hari lalu

Terungkap! Ini Alasan Kejati Pulbaket Semua SPPG di Jateng, Termasuk Milik Polri

13 hari lalu

Viral 2 Pria Digerebek Warga di Comal Pemalang, Diduga Pasangan Sesama Jenis

15 hari lalu

28 PCNU se-Jawa Tengah Dukung Ponpes Lirboyo Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal