Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang, Perlawanan Sengit Pemuda Usir Tentara Jepang

Ahmad Antoni
Dari kiri-kanan: Budanco Munadi (mantan Gubernur Jateng), Wongsonegoro (Wakil Residen Semarang), dan Jatikusumo. (foto: Istimewa)

Ketiganya dipenggal lehernya oleh Sayuto dan darahnya diminum. Huri yang kini tinggal di Mijen Semarang mengungkapkan, Sayuto seperti kesetanan dan gelap mata. Darah yang mengucur diminumnya. 

Menurut Sayuto agar arwah ketiga Jepang tersebut tidak berani membayang-bayanginya. Usai menebasnya, jasad ketiga Jepang tersebut dikubur di halaman depan samping kanan. Di atas kuburan diberinya tanda pohon Kudha dan diberi pagar.

Tahun 1999, utusan dari Jepang membongkar dan menemukan kerangkanya untuk kemudian dikremasi dan abunya ditabur di Pantai Marina Semarang. Setelah itu didirikan Tugu Ketenangan Jiwa.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jurnalis Protes Buang ID Card usai Diusir Liput Arahan Gubernur Pasca-OTT Bupati Pekalongan

57 tahun lalu

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Bantah Bersama Bupati Fadia Arafiq saat OTT KPK

57 tahun lalu

Gubernur Jateng Respons KPK Tangkap Bupati Pekalongan: Jadi Pembelajaran Pejabat Publik

57 tahun lalu

Banjir Putus Jalur Grobogan-Semarang, Gubernur Jateng Target Perbaikan Tuntas 1 Minggu

57 tahun lalu

Mengulik Masa Kejayaan Bojonegoro di Balik Polsek Padangan Gedung Bergaya Kolonial

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal