Ketiganya dipenggal lehernya oleh Sayuto dan darahnya diminum. Huri yang kini tinggal di Mijen Semarang mengungkapkan, Sayuto seperti kesetanan dan gelap mata. Darah yang mengucur diminumnya.
Menurut Sayuto agar arwah ketiga Jepang tersebut tidak berani membayang-bayanginya. Usai menebasnya, jasad ketiga Jepang tersebut dikubur di halaman depan samping kanan. Di atas kuburan diberinya tanda pohon Kudha dan diberi pagar.
Tahun 1999, utusan dari Jepang membongkar dan menemukan kerangkanya untuk kemudian dikremasi dan abunya ditabur di Pantai Marina Semarang. Setelah itu didirikan Tugu Ketenangan Jiwa.