Sejarah Jembatan Warih Prabowo di Pemalang, Kisah Kapten KKO Lolos saat Ditangkap Belanda

Aryanto
Jembatan Warih Prabowo di Desa Wanarata, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Foto: MNC Portal/Aryanto.

"Jembatan itu sengaja dipertahankan keberadaannya, tidak dibongkar meski sudah ada jembatan yang baru karena memiliki nilai sejarah," ujarnya.

Jembatan diberi nama Warih Prabowo, yang merupakan Kapten KKO (Marinir), pejuang kemerdekaan pada masa pendudukan Belanda di Pemalang.

Menurut kisahnya, pada saat itu pasukan Belanda melakukan penyergapan, dan menawan beberapa pejuang, salah satunya Kapten KKO Warih Prabowo.

Namun, saat akan dibawa ke markas Belanda, dia yang dalam keadaan tangan terikat, berhasil meloloskan diri dengan melompat ke Sungai Comal.

Tentara Belanda yang geram melakukan tembakan ke arah sungai bertubi-tubi. Namun berondongan senjata penjajah tak satu pun mengenai Kapten KKO Warih Prabowo.  

Sang Kapten KKO berhasil meloloskan diri dan kembali berjuang. Untuk mengenang peristiwa itu, jembatan diberi nama Jembatan Warih Parobowo.

Jembatan selain menghubungkan ke beberapa desa, juga menjadi akses jalan utama menuju Kota Pemalang. Di sekitar jembatan juga dibangun monumen. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Baznas Salurkan 50 Ekor Kambing Kurban Dam Haji di Pemalang

57 tahun lalu

Kronologi 2 Pelajar SMA Pemalang Hilang saat Latihan Dayung hingga Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Hilang 2 Hari saat Latihan Dayung, 2 Pelajar Pemalang Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Dihantam Batu Besar Meluncur dari Bukit, Begini Kondisi Rumah Warga di Pemalang

57 tahun lalu

Mengerikan! Batu Raksasa Tiba-Tiba Meluncur dari Bukit Hantam Rumah Warga di Pemalang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal