Ribuan Nelayan di Rembang Demo, Tolak Pajak Tangkapan Ikan 10 Persen

Musyafa
Aksi demo nelayan di jalur Pantura, depan gedung DPRD Rembang, Rabu (11/12023). Foto: iNews TV/Musyafa.

"Kami nelayan bukan sapi perah," kata  Lestari.

Tuntutan berikutnya menolak sanksi denda administrasi 1.000 persen, menolak pemberlakuan kebijakan penangkapan ikan terukur, meminta penerbitan Perda perlindungan nelayan terkait transaksi keuangan di tempat pelelangan ikan (TPI).

Selain itu, nelayan jaring tarik berkantong juga mendesak diperbolehkan mencari ikan di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 713 atau sekitar Kalimantan Selatan hingga Selat Makassar. Alasannya area tersebut banyak ikan.

Sejauh ini, nelayan jaring tarik berkantong dibatasi WPP-nya di perairan Natuna dan area 712 atau laut sebelah utara Jawa. Lestari mengeluhkan sudah banyak kapal dari Jawa Tengah yang dibakar di perairan Kalimantan oleh nelayan setempat. Namun pemerintah seolah-olah seperti membiarkan.

"Tidak hanya terjadi satu kali, pemerintah hanya diam, seolah-olah mendukung gerakan mereka. Kenapa KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) diam saja," tuturnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang menemui para pendemo menyebut semua kebijakan berasal dari pemerintah pusat. Namun, ia siap mendampingi perwakilan nelayan Rembang untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah pusat.

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tragis, Nelayan di Lampung Timur Tewas Ditebas Teman Pakai Golok

57 tahun lalu

Ribuan Nelayan Pati Demo di Kantor Bupati, Protes Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi

57 tahun lalu

Siaga! 1.456 Personel Gabungan Kawal Demo Nelayan di Pati Tanpa Senjata

57 tahun lalu

Ribuan Nelayan Pati Demo Hari Ini, Tuntut Harga BBM Industri Turun

57 tahun lalu

Viral Hiu Tutul Raksasa 15 Meter di Pantai Paciran Lamongan, Dievakuasi ke Laut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal