Dakwah model Mbah Maimoen sangat menyentuh hingga basis masyarakat karena menggunakan bahasa yang khas pesantren, yang bisa diterima oleh kalangan mana pun. “Bahkan tingkat elite beliau dapat memberikan pencerahan dalam merajut bangsa Indonesia menjadi negara yang damai dan rukun,” kata Imam Taufiq.
Menurut dia, dalam kesempatan sekitar akhir Ramadan, Mbah Maimoen berpesan kepada UIN Walisongo agar tetap teguh mempertahankan UIN sebagai rujukan kajian Islam ala pesantren yang berkarakter dan menjadi benteng moderasi Islam.
“Mbah Maimoen berpesan pada kami bahwa kampus UIN Walisongo agar mempertahankan kajian Islam klasik dan menjaga Islam yang moderat,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang itu.
Dia mengatakan, pesan Mbah Maimoen ini sangat tepat dengan visi kelembagaan kampus Islam ini karena berkomitmen dalam melestarikan local wisdom dan meneguhkan arah moderasi untuk kemasyarakatan dan kebangsaan.
Keluarga besar UIN Walisongo ikut menggelar salat ghaib dan tahlil bersama menghormati almarhum almaghfurlah KH Maimoen Zubair yang akan dimakamkan di Ma'la Makkah.