Laila menuturkan, Festival Pemuda 2019 diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pemuda.
“Salah satu kegiatan inti dari Festival Pemuda adalah membangun narasi positif di tengah masyarakat bahwa pemuda adalah tulang punggung negara,” tutur Laila dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/10/2019).
Pada sesi ini, kata Laila, pemuda diajak berefleksi tentang peran dan posisi pemuda dalam struktur sosial dan negara. Materi yang disampaikan pun tidak tunggal, melainkan terdiri atas multidisiplin ilmu dan pengalaman.
Selain sesi keilmuan, ada pula lokakarya mahasiswa yang merupakan instrumen ekspresif mahasiswa dalam mengaktualisasikan gagasan konstruktif atas berbagai kelebihan dan kekurangan daerah lokalnya masing-masing.
“Wujud kegiatannya berupa penyampaian gagasan dan ide masing-masing kelompok perwakilan provinsi se-Indonesia yang dituangkan dalam bentuk projek proposal. Di dalamnya berisi kelebihan dan kekurangan, rancangan kegiatan, serta implementasi. Lima karya terbaik akan difasilitasi hingga pada tahap aplikasi,” katanya.
Selain kemah kebangsaan, kegiatan selanjutnya adalah Karnaval Daya Nusantara. Dengan rangkaian kegiatan di antaranya wisata kuliner, simposium, deklarasi dan malam kemitraan.