Ia mengatakan dengan terapi plasma darah tersebut dari informasi yang disampaikan ke PMI Solo banyak yang membantu kesembuhan para pasien Covid-19. Karena, antibodi pasien yang saat ini, sedang melawan virus corona dibantu antibodi penyintas atau pasien Covid-19 yang sudah sembuh ini, otomatis membantu sekali untuk melawan Covid-19.
"Jadi dengan terapi plasma darah ini, sangat alamiah dan hasilnya positif, artinya hasilnya bagus. Sehingga, permintaan pasien soal kebutuhan plasma darah, pada akhir-akhir ini, semakin meningkat. Beberapa rumah sakit dan dokter yang sudah mencoba permintaan ini, terus meningkat," kata Sumartono.
Oleh karena itu, kata Sumartono, saatnya bisa berbagi, dan dapat menyelamatkan sesama yang sedang terkonfimasi positif Covid dengan membantu plasma darah.
Donor plasma darah tersebut dengan menggunakan mesin apheresis, sehingga diambil plasmanya saja, dan bisa dilakukan selama dua minggu sekali selama antibodi pendonor masih kuat. Karena setiap orang antibodinya tidak sama jumlahnya.
Ada yang orang tanpa gejala (OTG) Covid-19, kata dia, mempunyai antibodinya tinggi sudah bisa menyumbangkan plasma konvalesen. Ada yang sudah terpapar tetapi antibodinya rendah, pihaknya otomatis tidak mengambil karena antibodinya rendah. Jika diberikan pasien yang antibodinya rendah juga tidak bermanfaat.