SOLO, iNews.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo masih kesulitan menyediakan plasma darah untuk terapi pemulihan pasien Covid-19 di daerah setempat. Pasalnya, kebutuhan plasma darah tak seperti donor pada umumnya.
"PMI Solo mengalami kesulitan mendapatkan pendonor plasma konvalesen, karena memang persyaratannya juga tidak seperti pendonor pada umumnya," kata Sekretaris dan Chief Exceutive Officer (CEO) PMI Solo, Sumartono Hadinoto di Solo, Kamis (24/12/2020).
"Kami belum bisa menyediakan banyak plasma darah, karena selesai pengambilan plasma sudah langsung diberikan kepada pasien yang membutuhkan," kata Sumartono.
Selain itu, kata dia, para pasien yang ada masih merasa takut atau mungkin takut diketahui jika mereka bekas pernah terinfeksi Covid-19. Bahkan, ada yang trauma siapa tau jika melakukan donor justru akan tertular lagi.
Hal-hal seperti tersebut, kata Sumartono, mungkin yang harus disampaikan kepada para penyintas atau pasien Covid-19 yang sudah sembuh untuk mendonorkan plasma darahnya untuk saling berbagi. "Syarat utama pendonor pernah menjadi pasien Covid, dan telah dinyatakan sembuh secara medis," kata Sumartono.