Berkunjung ke kantor layanan karantina pertanian Cilacap, Rizal kini dapat mengakses informasi terkait peta potensi ekspor asal daerahnya. Dia pun berencana mencari market bibit gendot di luar negeri.
"Ada aplikasi potensi ekspor yang bisa diakses langsung. Saya berpikir untuk mencari market gendot di luar negeri. Dan ternyata banyak komoditas pertanian di sekitar tempat tinggal saya yang sudah punya pasar ekspornya," ucap Rizal.
Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil secara terpisah menjelaskan tentang aplikasi Indonesia Maps of Agricultural Commodities Export (iMACE). Aplikasi tersebut dapat digunakan oleh seluruh pemangku kepentingan agribisnis sebagai alat bantu untuk pengambilan keputusan.
Aplikasi besutan Barantan ini berisikan data lalu lintas "real time" produk pertanian yang diekspor. Bagi para pemegang kebijakan informasi dapat digunakan untuk memetakan pembangunan pertanian berbasis kawasan berorientasi ekspor.
Bagi petani, peternak dan pekebun dapat memilih jenis budidaya guna mendapatkan nilai tambah. Sementara bagi para eksportir tentunya diharapkan dapat menjadi alat bantu analisa untuk peningkatan ragam komoditas dan negara tujuan.
"Silahkan datang ke kantor layanan kami di tanah air. Kita sinergikan semua elemen untuk menyukseskan Gratieks," ucap Jamil.