KENDAL, iNews.id – Bupati Kendal Mirna Annisa mengaku legawa gagal maju dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang. Hingga I detik terakhir pendaftaran calon kepala daerah, istri Wadir Polairud Polda Jateng AKBP Ferry Sandy Sitepu itu tidak mendapatkan rekomendasi dari partai mana pun.
Pada pilkada 2015 lalu, Mirna Annisa yang maju bersama Masrur diusung koalisi Partai Gerindra, PKS, dan Hanura. Namun, Pilkada 2020 ini, Partai Gerindra memilih berkoalisi dengan PKB dan Partai NasDem mengusung KH Ali Nurudin-Yekti Handayani.
Ditanya soal harapan siapa yang nantinya menjadi bupati, Mirna berharap siapa pun pemenangnya adalah orang Kendal asli. Artinya warga Kendal dan berdarah Kabupaten Kendal.
"Harapan saya siapa pun pemenangnya harus Kendal asli, harus berdarah Kendal asli. Masyarakat gak usah pusing-pusing, golek tonggo dhewe (cari tetangga sendiri)," ujarnya, Minggu (6/9/2020).
Mirna juga menaruh harapan besar kepada calon pemimpin terpilih agar menjadi pemimpin yang kreatif, visioner, untuk bisa membawa Kendal lebih maju lagi.