Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

Kurnia Illahi
Prajurit ALRI Tegal saat akan menghadapi konvoi pasukan Belanda di selatan Tegal. (Foto: Dok. TNI AL).

Untuk mengelabui TNI, Belanda mengerahkan pasukan yang berpengalaman menghadapi gerilyawan di Jawa Barat, seperti Batalyon V KNIL “Andjing NICA”, Batalyon KL 1-3 RI “Watermannen” serta skuadron lapis baja yang bergerak memutar ke selatan melalui Bumiayu menuju Slawi.

Setelah pertempuran sengit, pasukan Belanda berhasil mendekati batas kota Tegal pada 25 Juli 1947. Di sana, mereka terlibat baku tembak dengan artileri dan mortir ALRI yang gigih mempertahankan kota. 

Serangan udara Belanda pun terhambat oleh meriam penangkis udara ALRI yang ditempatkan di Slerok. Untuk memperkuat serangan, Belanda mengerahkan tiga kapal perang yang menembaki pertahanan dari laut.

Karena markas ALRI Tegal sulit ditembus, Belanda mendaratkan pasukannya di pantai Muarareja yang tidak dijaga. Pasukan dan kendaraan tempur yang baru mendarat langsung menuju kota Tegal, yang hanya berjarak sekitar empat kilometer. 

Pada 26 Juli 1947 sore, Belanda berhasil menguasai Tegal, yang saat itu telah dibumihanguskan oleh TNI dan laskar.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Spesifikasi KRI Brawijaya-320, Kapal Perang Terbaru TNI AL Terbesar di Asia Tenggara 

57 tahun lalu

Kapal Perang Terbaru TNI AL Unjuk Kekuatan, Dentuman Meriam Getarkan Laut Surabaya

57 tahun lalu

Penampakan Ratusan Napi Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan

57 tahun lalu

Cilacap Geger! Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Kolam Ikan, Kondisi Membusuk

57 tahun lalu

Hujan Deras, Tebing Longsor di Cilacap Putus Akses Jalan Penghubung Desa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal