“Secara umum ada 18 adegan. Prarekonstruksi ini tujuannya untuk meyakinkan kami selaku penyidik terkait dengan pasal yang kita sangkakan, kemudian peran dari keempat tersangka," katanya, Rabu (28/8/2019).
Rizky mengatakan, 18 adegan diperagakan para pelaku saat mengahabisi nyawa keempat korban pembunuhan. Yakni, Supratno (51) yang merupakan anak pertama Misem, Sugiono (46) anak kedua Misem, Heri (41) anak kelima Misem, dan Vivin (21) anak dari Supratno.
Aksi sadistis itu dilakukan oleh dua anak Saminah, yakni Irfan dan Putra di ruang tengah rumah Misem. Satu per satu korban dihabisi dengan cara dipukul menggunakan besi dan tabung elpji 3 kg.
Setelah keempat korban tak bernyawa, jasad mereka ditumpuk di dalam satu kamar. Para pelaku kemudian membuat lubang di belakang rumah Misem pada pagi harinya. Sedangkan, para pelaku menguburkann empat tubu korban pada malam harinya.
Rizky menuturkan, pembunuhan keempat korban terjadi pada tanggal 9 Oktober 2014 dan baru terungkap setelah kerangka keempat korban ditemukan pada tanggal 24 Agustus 2019
Menurut Rizky, dalam prarekonstruksi tersebut, pihaknya ingin mengetahui siapa yang menjadi tersangka utama, siapa yang turut membantu, dan siapakah yang menghilangkan barang buktinya.
Dari hasil prarekonstruksi tersebut, kata dia, pelaku pembunuhan ada tiga orang, yakni Irfan, Putra, dan Saminah, sedangkan Saniah membantu menjual sepeda motor para korban beserta laptop-nya.
“Untuk jumlah tersangka tetap empat (orang), namun kami tidak tahu dalam proses penyidikan nantinya seperti apa. Namun, untuk sementara kita pastikan hanya empat orang,” ucapnya.