Perdebatan antara petugas dengan pengasuh ponpes terjadi cukup lama. Pengasuh ponpes terus mengejar aparat yang berjaga agar bubar dan membuka penyekatan di pintu masuk desa.
Dalam penyekatan ini, sejumlah santri yang hendak masuk kampung pun diusir dan dipaksa diputar balik. Setelah menjalani perdebatan yang cukup panjang, petugas akhirnya memberikan izin kepada ponpes untuk melaksanakan salawatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Setelah ada titik temu, kiai Ali bin Abdullah kemudian kembali ke ponpes untuk melanjutkan salawatan. Dia juga meminta agar aparat selalu mengawasi dan menegur para jemaah secara humanis jika tidak mengenakan masker atau tidak jaga jarak saat mengikuti salawatan.
Pengasuh Ponpes Darut Tauhid berharap agar pemerintah tidak tebang pilih dalam penerapan PPKM darurat dan memberikan kelonggaran umat muslim pada khususnya dan umat nonmuslim pada umumnya untuk bisa menjalankan ibadah.
Karena dengan mendekatkan diri kepada Tuhan bisa mengusir dan menjauhkan diri dari wabah virus corona. Sementara beberapa perwira kepolisian yang berada di lokasi enggan untuk memberikan keterangan terkait penyekatan yang dilakukan di pintu gerbang desa menuju pondok pesantren.