Pengamat Sebut Kemunculan Keraton Baru karena Kekecewaan Masyarakat

Bramantyo
Prajurit Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Juru tengah, Kecamatan Bayan, Purworejo (Foto: Istimewa)

"Kita menjadi terheran-heran, ketika muncul kerajaan-kerajaan seperti ini kenapa pemerintah sepertinya gagal memahami satu fenomena sosial yang terjadi di masyarakat," ujarnya.

Dia menilai, seharusnya badan intelijen negara sudah mengungkap keberadaan mereka sebelum viral di media sosial. Melihat jumlah pengikut keraton-keraton baru ini bukan lagi puluhan tapi ratusan orang.

BACA JUGA: Menahan Tangis, Ratu Keraton Agung Sejagat Ngaku Kangen Anak

"Seharusnya, intelijen negara sudah bisa menangkap fenomena tersebut," ucapnya.

Tunjung berharap negara melibatkan para raja merumuskan pembangunan seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat setempat. Dalam sejarah Indonesia belum ada sekalipun pemerintah melibatkan para raja dalam sebuah forum seperti Musrenbang.

"Surakarta saja yang mempunyai kerajaan yang masih ada, belum pernah sekalipun dalam sejarah rajanya dilibatkan dalam pertemuan, seperti Musrenbang," kata Tunjung.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menahan Tangis, Ratu Keraton Agung Sejagat Ngaku Kangen Anak

57 tahun lalu

Ada Aliran Dana Rp1,4 M di Rekening Raja Keraton Agung Sejagat

57 tahun lalu

Hasil Tes Psikologi, Ratu Keraton Agung Sejagat Lebih Cerdas dari Sang Raja

57 tahun lalu

Sakit karena Keguguran, Ratu Keraton Agung Sejagat Minta Penangguhan Penahanan

57 tahun lalu

Tak Punya Darah Raja, Toto Santoso Akui Keraton Agung Sejagat Fiktif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal