Pada riset selanjutnya, tim mencoba mengaplikasikan pada telur itik intensif yang merupakan hasil pemeliharaan sistem kandang yang keseluruhan mengonsumsi pakan buatan. Telur itik intensif menghasilkan telur dalam jumlah lebih banyak dibanding itik sistem pemeliharaan semi-intensif. Sehingga harganya lebih murah.
Untuk memperlama umur simpan dan menambah kesat tekstur telur asin rendah sodium, solusi berikutnya adalah dengan penambahan proses pengovenan pada suhu 100 derajat celcius dengan waktu 30 menit.
Alternatif ini mampu menghasilkan telur asin rendah sodium dengan kualitas sensori (warna kuning telur, warna putih telur, aroma, rasa, tekstur) terbaik. Tidak dapat dipungkiri, faktor utama penerimaan konsumen dan permintaan pasar terhadap telur asin adalah tekstur kuning telur yang masir dan lebih berminyak.
Keunggulan lainnya, umur simpan telur asin mencapai 12 hari. “Hasil penelitian ini memberikan alternatif pengembangan telur itik intensif untuk produksi telur asin rendah sodium, lebih aman dan memiliki kualitas lebih baik,” jelasnya.