Apalagi, wilayah udara Pekalongan yang merupakan bagian dari rute penerbangan Jakarta-Surabaya merupakan rute penerbangan terpadat kelima di dunia.
"Di wilayah udara Pekalongan, pergerakannya ada 100 penerbangan setiap jam. Sehingga jika balon udara ini diterbangkan maka akan membahayakan pesawat karena bisa masuk ke dalam mesin dan membuat terbakar, kemudian mengenai sayap sehingga pesawat sulit dikendalikan maupun menutup kokpit. Itu bisa membahayakan penerbangan," ujarnya.
Dia berharap kegiatan festival balon yang digelar dapat memfasilitasi kreativitas masyarakat sekaligus melestarikan budaya dan tradisi yang sudah berkembang. "Dengan balon yang ditambatkan maka tradisi tetap terjaga, kreativitas masyarakat terwadahi sekaligus dapat menjadi destinasi wisata baru," katanya.