Pembatik di Semarang Manfaatkan Pewarna Alami, Hadirkan Batik Bernilai Jual Tinggi

Taufik Budi
Pembatik di Semarang menggunakan bahan pewarna alami untuk kain. Foto: iNews/Taufik Budi.

Proses selanjutnya, celupkan kain polos maupun yang telah dibatik. Proses pembatikan bisa menggunakan cap maupun tulis atau canting. Untuk mendapatkan warna sempurna, celup kain secara merata minimal empat kali. 

Bisa pula mencampurkan beberapa bahan pewarna alami lainnya, seperti air rebusan kulit kayu tingi, kunyit, kulit manggis, atau secang. Campuran ini bertujuan menghasilkan kombinasi warna yang beragam. 

Batik pewarna alami tak kalah cantik dengan yang menggunakan bahan sintetis atau kimia. Bahkan batik pewarna alami bisa memiliki nilai jual lebih tinggi. Sebab para konsumen kini mulai peduli dalam pelestarian lingkungan. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Beruntun di Turunan Exit Tol Bawen, Truk Tronton Rem Blong Tabrak 3 Kendaraan

57 tahun lalu

Kebakaran Gedung Metro Sport Center Semarang, Pengunjung Panik Terjebak di Balkon Lantai 2 

57 tahun lalu

Polda Jateng Bongkar Kasus TPPU Modus Investasi Fiktif Sarang Walet, Korban Rugi Rp78 Miliar

57 tahun lalu

Mudik Lebaran 2026, Tol Bawen–Ambarawa Dibuka Fungsional Pukul 06.00–17.00 WIB

57 tahun lalu

Penampakan Truk Trailer Muatan Alat Berat Tersangkut di Pelintasan KA Kaligawe

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal