Omzet Penjualan Turun, Pedagang Minyak Goreng di Salatiga Pasrah

Angga Rosa
Kebutuhan pokok yang dijual di Pasar Raya Salatiga. Foto:Ist

"Dulu ketika harga minyak goreng masih di kisaran Rp20.000 per liter, saya masih bisa bertahan untuk tidak menaikkan harga jual. Tapi sekarang harga minyak goreng sudah mencapai Rp25.000, kalau harga jual tidak dinaikkan ya susah juga," kata pedagang pecel lele di Blotongan, Sidorejo, Yudi. 

Menurutnya, untuk menyiasati bertambahnya modal akibat kenaikkan harga minyak goreng, paling hanya bisa menaikkan harga jual nasi. "Untuk menutup bertambahnya modal, saya hanya berani menaikkan maksimal Rp2.000 per porsi. Lebih dari itu, takut jualan tidak laku," ujarnya.

Tingginya harga minyak goreng juga dikeluhkan ibu-ibu rumah tangga. Mereka merasa keberatan dengan kenaikkan harga minyak goreng lantaran harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli bahan pokok tersebut. 

Padahal kebutuhan minyak goreng dalam satu bulan cukup banyak, yakni berkisar antara empat hingga lima liter. Sudah hampir dua minggu ini harga minyak goreng tinggi. 

“Sekarang harganya sekitar Rp25.000 per liter. Kalau berlangsung lama tentunya memberatkan warga," kata Setyaningsih, warga Blotongan. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Didemo soal Penertiban, Bupati Sikka Lari Dikejar Pedagang Pasar Alok Maumere

57 tahun lalu

Pedagang Bersyukur Pasar di Aceh Tamiang Bergeliat usai Banjir: Ekonomi Kembali Bergerak

57 tahun lalu

Pedagang Kembang Api Tewas Ditabrak Mobil di Palangka Raya, Pengemudi Diduga Mabuk

57 tahun lalu

Kereta Khusus Petani-Pedagang Resmi Beroperasi di Jalur Rangkasbitung–Merak

57 tahun lalu

Sempat Buron, Pembunuh Pedagang Semangka di Kupang Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal