SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan pelaksanaan salat Jumat dibuat shift. Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah masih menuggu keputusan dari pusat.
Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji mengatakan sudah membahas salat Jumat di masjid bersama para ulama. Menurutnya, usulan itu memungkinkan. Tapi terkendala oleh fatwa MUI pusat yang pernah melarang pelaksanaan salat Jumat secara shift.
"Kendalanya MUI pusat pernah mengeluarkan fatwa larangan itu (Jumatan shift), tapi kan itu dulu dan kondisinya berbeda. Tapi aturannya fatwa MUI daerah tidak boleh bertentangan dengan pusat. Untuk itu, kami akan usulkan ke pusat agar ada pembahasan soal ini," katanya.
Sebab kalau tidak ada pembatasan secara shift, maka pelaksanaan shalat Jumat di era pandemi ini bisa berbahaya. Dia mencontohkan di masjid Baiturrahman Semarang, setiap pelaksanaan salat Jumat selalu dipenuhi jemaah.
"Sebelum salat itu jamaah sudah berjubel, antre sampai luar. Kalau tidak dibuat shift bisa bahaya. Maka nanti kami segera usulkan ini ke pusat. Mudah-mudahan ada fatwa soal Jumatan secara shift ini dikeluarkan oleh MUI pusat," katanya.