Apalagi, kata dia, warga setempat juga meyakini air tersebut bisa digunakan untuk obat. Setelah secara tak sengaja anak pak Kades yang memiliki alergi di kulit bisa sembuh setelah beberapa kali kakaknya dibasuh dengan menggunakan air tersebut.
"Salah satunya testimoni dari putra pak Kades yang punya alergi di kulit. Setelah beberapa kali dibasuh dengan air tersebut alerginya hilang dan sembuh. Ini merupakan berkah bagi warga disini selain dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit. Semoga kedepannya bisa dijadikan wisata untuk terapi," katanya.
Kepala Desa Krendowahono Syarif Hidayat mengatakan hasil penelitian sementara, kondisi air di lokasi tersebut, di kedalaman mulai 100 meter airnya mengandung gas dan belerang.
Menyangkut rumor yang berkembang bila mata air ini menyambung ke pantai selatan itu tidak benar. Menurut hasil penelitian dari Litbangdas Solo dan Ciamis, lokasi dimana fenomena itu terjadi merupakan titik pertemuan sungai Dayu dengan Bledug Kuwu.
"Kalau tersambung ke pantai selatan, tidak juga. Dari hasil penelitian para ahli lokasi ini merupakan titik pertemuan antara air asin yang berasal dari sungai Dayu dan gas dari Bledug Kuwu. Makanya mayoritas air di desa ini rasanya asin seperti air laut," ujarnya.