Sedangkan saat ini, pelajaran di kelas I SD sudah menuntut anak-anak harus lancar membaca dan menulis karena materinya tergolong sulit.
“Yang bisa baca tulis saja terkadang kesulitan mengerjakan, apalagi yang belum bisa baca tulis,“ katanya.
Shofi menambahkan, dampak dari masalah tersebut bimbingan belajar miliknya kebanjiran calon murid. Bahkan ada yang masuk dalam daftar tunggu. Ia menerapkan cara membaca asyik, supaya anak-anak merasa senang dan nyaman.
“Jadi di sini bukan bagaimana cara cepat bisa membaca, melainkan cara asyik belajar membaca,” tutur Shofi.
Pembimbing membangkitkan semangat, sekaligus mengapresiasi anak-anak ketika berhasil membaca dan menulis.