TEGAL, iNews.id – Hari pertama pemberlakukan isolasi wilayah terbatas atau lockdown lokal di Kota Tegal untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) dinilai gagal oleh kalangan DPRD.
Minimnya jumlah bilik disinfektan dan petugas medis, serta tidak adanya kerja sama yang baik dengan petugas Satlantas Polresta Tegal mengakibatkan banyak yang lolos dari pemeriksaan kesehatan.
Kondisi tersebut mengindikasikan ketidaksiapan Pemkot Tegal dalam menerapkan kebijakan yang mengundang protes masyarakat tersebut. Hal itu terungkap dari pemantauan pelaksanaan isolasi wilayah pada hari pertama di Kota Tegal.
Rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro mengecek sejumlah pos kesehatan di antaranya posko terpadu Dinas Kesehatan, terminal bus dan Stasiun Kereta Api Tegal.
Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro mengatakan, isolasi wilayah hari pertama oleh Pemkot Tegal dinyatakan gagal dan tidak efektif. Sebab, jumlah petugas kesehatan di pos terpadu dan pos lainnya sangat terbatas. Hal lain yakni ketidaksiapan peralatan seperti minimnya jumlah bilik disinfektan, termasuk tidak adanya bilik disinfrktan di pos kesehatan Stasiun Tegal.