Warga di desa tetangga juga ikut berburu uang yang terbawa air sisa hujan dan menuju ke sawah mengikuti arus saluran irigasi tersebut. Tidak sedikit warga yang mendapatkan uang di sungai dan area pertanian padi mencapai satu tas kresek dan satu ikat uang pecahan Rp50.000 senilai Rp5 juta.
“Habis banjir, nampak banyak uang Rp100.000 dan Rp50.000. Ada satu ikatan, dihitung-hitung ada Rp5 juta,” kata warga, Sulton.
Puluhan warga yang masih penasaran seharian masih menyisir sepanjang saluran air sampai ke sawah. Bahkan, warga juga memeriksa tumpukan sampah di pinggiran drainase juga tidak luput dari pencarian warga.
Sebab, di saluran irigasi banyak ditemukan uang kertas pecahan Rp100.000 dan Rp50.000. Uang tersebut diduga milik salah seorang warga yang terbawa banjir akibat guyuran hujan deras.
Tak hanya orang dewasa dan orang tua, anak-anak pun ikut beramai-ramai blusukan ke sawah dan saluran irigasi. Mereka berebutan mencari uang yang terbawa air banjir dan masuk ke area pertanian di Desa Plumbon, Kecamatan Limpung.
Pecahan uang kertas mulai dari lembaran Rp50.000 dan Rp100.000 berhasil dikumpulkan dengan keadaan basah. Warga kemudian mengumpulkannya dan mengeringkannya di bawah terik matahari.
Sementara itu hingga kini belum ada laporan kehilangan uang yang berhubungan dengan kejadian di Desa Plumbon Limpung Batang tersebut.